My Blog arief yanto rukmana

Harajuku Fashion Shop and Style

Wirausaha Muda Mandiri (WMM) JABAR

Finalis Wirausaha Muda Mandiri (WMM) JABAR

 
Leave a comment »

INTRODUCTION: ARF 25 PRODUCTION

Proudly Present

Assalamualaikum, WRWB

Alhamdulillah dengan rahmat Alloh SWT kini kami hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan usaha anda.

IMG_7344 (Mobile)

Finalis Wirausaha Muda Mandiri (WMM) JABAR

Owner : arf25production & Distro Harajuku

 

Office: Jalan Bukit Dago Utara II no 25A Bandung – West Java – Indonesia

 

kami adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa, khususnya menangani produksi material promosi untuk melayani kebutuhan branding perusahaan saudara.

 

 

kami dengan tenaga profesional dibidang nya, membantu mengerjakan kebutuhan promosi saudara dengan material terbaik di jenis nya sehingga hasil yang maksimal dan tahan lama

 

anda dapat menghubungi kami di nomor tersebut, terimakasih atas kunjungan saudara

www.arf25production.com

menyelesaikan masalah dan kebutuhan anda adalah kebanggaan kami

Wassalamualaikum.WRWB

Leave a comment »

ARF 25 PRODUCTION

Proudly Present

 

Office: Jalan Bukit Dago Utara II no 25A Bandung – West Java – Indonesia

 

 

kami adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa, khususnya menangani produksi material promosi untuk melayani kebutuhan branding perusahaan saudara. 

 

 

kami dengan tenaga profesional dibidang nya, membantu mengerjakan kebutuhan promosi saudara dengan material terbaik di jenis nya sehingga hasil yang maksimal dan tahan lama

 

 

anda dapat menghubungi kami di nomor tersebut, atau kunjungi website kami: 

www.arf25production.com

kepuasan anda kebanggaan kami

Leave a comment »

Seru nya Cosplayer @STISI TELKOM

hai temen2 pecinta kreatifitas bernuansa jepang. kali ini postingan yang akan saya angkat adalah seputar cosplayer yang diselenggarakan universitas telkom: tepatnya di stisi telkom buah batu bandung

Imageacara nya bener bener seru lo, melibatkan banyak pengusaha kreatif dan juga para tokoh tokoh cosplayer bandung dan sekitar nya, dengan model dandanan mereka terbaru, kostum baru dan accesories yang mutakhir, mereka menyemarakkan vestifal dari pagi hingga malam hari , benar benar semangat yang perlu diapresiasi

 

berikut foto foto kegiatan yang berlangsung di acara

Leave a comment »

Keunikan Yang Perlu Anda Ketahui di Negara Jepang :D

1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara”.

2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, sinetron di TV seringkali nampilin hal-hal yang berbau seram (hantu).

4. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.

5. Cara baca tulisan Jepang ada dua :
* sama dengan buku berhuruf Roman alphabet, huruf dibaca dari atas ke bawah.
* yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri, sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).

6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau memperkenalkan diri (jiko-shokai) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi ternyata janggal untuk pendengaran orang Jepang, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.

7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya nama keluarga anda apa ?, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.

8. Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.

9. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan/paraf sedemikian hingga tidak bisa ditiru / dibaca oleh orang lain.

10. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak-memasak.

11. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

12. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

13. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai cap (hanko/inkan). Jenis hanko di Jepang:
* jitsu-in, adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, dsb. Jenis ini diregisterkan ke shiyakusho (di patenkan).
* ginko-in, adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. Jenis ini diregisterkan ke bank.
* mitome-in, dipakai untuk keperluan sehari-hari dan tidak diregisterkan.
Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan.

14. Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak).(道路交通法57条第2項 規則9条 乗車人員制限違反 –> sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

15. Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.

16. Di Jepang sulit mencari mesin ketik.

17. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda.

18. Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ).

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/12/keunikan-yang-hanya-ada-di-jepang.html

Leave a comment »

Misteri Laut Setan di Jepang yang Sangat Menakutkan

Sebenarnya,ada suatu perairan di Jepang yang sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran dan penerbangan,sama bahaya dengan Segitiga bermuda/Bermuda Triangle yaitu Japan Devil’s Sea/Laut Setan.

Perairan ini adalah merupakan daerah lautan tenang di Laut Pasifik, 100 KM sebelah selatan Tokyo, yang terletak diantara pulau Ivojima dan Pulau Miyake,tetapi kurang begitu terkenal dibanding Segitiga Bermuda, barangkali karena letaknya yang jauh dari daratan Jepang.Sementara itu Segitiga Bermuda sangat akrab bagi kalangan pelaut Amerika, yang pada gilirannya menelan banyak kapal dan pesawat.

Kendati demikian,Laut Setan dekat daratan Jepang itu juga bertanggung jawab atas hilangnya beberapa kapal dan pesawat. Antara tahun 1950 dan 1954, didaerah ini telah hilang tidak kurang dari 9 kapal besar tanpa meninggalkan bekas. Pemerintah Jepang sangat menaruh perhatian terhadap daerah ini,dan mengumumkan bahwa ia merupakah daerah berbahaya dan tidak boleh didekati. Pada tahun 1955 pemerintah Jepang mengirim ekspedisi dengan membawa sejumlah pakar menuju daerah tersebut dengan menggunakan kapal Kawamaru. Malangnya Kawamaru lenyap tanpa pesan.

Seorang sarjana Amerika,Ivan Sanderson,yang sangat tertarik dengan semua keanehan tersebut,berusaha melihat letak Segitiga Bermuda dan Japan Devil’s Sea dalam peta. Ternyata dia melihat bahwa kedua daerah tersebut terletak persis digaris bujur antara 30 dan 40 derajat sebelah utara khatulistiwa,luasnya hampir sama

 
 
Melalui kesimpulan ini Sanderson melanjutkan pengamatannya pada hal-hal lainnya, dan dia menemukan bahwa terdapat 12 daerah di dunia ini yang sejenis dengan itu. Dua diantaranya di kutub utara dan kutub selatan, sedang sepuluh lainnya terbagi dalam dua jajar, jajaran pertama terletak pada garis bujur 40 derajat sebelah utara, dan jajaran kedua terletak pada garis bujur 40 derajat sebelah selatan khatulistiwa.

Masing-masing tempat terpisah sekitar 72 derajat pada garis lintang. Tempat-tempat tersebut disamping didua kutub utara dan selatan, antara lain adalah dua daerah yang terletak didaratan. Satu di uatara Gurun Pasir Besar Afrika, dan satu lagi di daerah pegunungan barat laut India.

Sanderson mengamati bahwa sebagian besar daerah tersebut memiliki kemiripan satu sama lain, antara lain, dalam letaknya yang berada dikawasan yang mana bertemu arus panas dan dingin, dan bahwasanya tempat2 tersebut dipandang sebagai titik-simpul, karena ia mengarahkan arus air atas dan bawah pada arah yang berlawanan, dan dengan suhu yang berbeda tersebut, dapat menimbulkan gelombang magnetic yang menjadi biang keladi bagi semua kecelakaan itu.Akan tetapi teori Sanderson ini tidak dibangun atas suatu dalil.
Tidak ada suatu apapun yang membuktikan bahwa pertemuan dua aliran air yang berlawanan arah dan dengan suhu yang berbeda dapat menghasilkan gelombang magnetis didalam bumi.

Selain itu, teori Sanderson juga tidak menginprestasikan cara kerja “Kuburan Setan” yang terletak didaratan.Yakni,dua dikutub utara dan kutub selatan, yang ketiga disebelah utara Gurun Besar Afrika, dan yang keempat di pegunungan barat-daya India.

Lebih jauh lagi,teori tersebut gagal menjawab pertanyaan,mengapa kapal-kapal yang menjadi korban ditempat-tempat seperti itu ditinggalkan penumpangnya begitu saja, dan kemana pula mereka pergi? Lalu, peristiwa apa pula yang kelihatannya demikian menakutkan mereka,sehingga mereka meninggalkan kapalnya?

 
 
sumber
Leave a comment »

Inilah 8 Penemuan Jepang yang sia-sia

Siapa bilang jepang selalu menemukan barang2 yang berguna, yang memiliki teknologi canggih dan memiliki nilai guna yang tinggi. Jepang juga kadang2 menemukan sesuatu yang boleh dibilang konyol, atau mungkin malah jadi ribet dan aneh.

Dulu beberapa penemuan ini sempat muncul, dan dianggap sebagai penemuan jepang yang sia-sia/percuma (useless japanese invention), berikut beberapa penemuan percuma itu:

1. Korek Api Matahari

Kudu siang, nunggu lama, barangnya gede. wah malah repot nih.

2. Alat Berkebun 10 in 1

sepuluh alat jadi satu sih emang bagus, tapi kalo bentuknya gitu, pakenya kan malah susah.

3. Topi Payung

Kan gak nyaman ya..

4. Dasi Serbaguna

Mana ada nyimpen barang2 begituan di dasi, dipake 1 minggu, pasti bungkuk, keberatan.

5. Kamera Panorama 360 Derajat

hahaha, susah bener nih, mending sekarang pake video aja kali ya.

6. Alat Pembunuh Kecoa Sekaligus Sandal

ribet banget, aneh, sendal mah sendal aja, buat mukul kecoak trus maksa ada gagangnya.

7. Tadah Hujan Pribadi


sayang buang2 air hujan? pake aja ini, gak basah dan dapet air gratis. hehehe.

8. Penyedia Oksigen Murni

mau dapet oksigen, langsung aja ambil dari sumbernya. sedot langsung! jangan dipake malam hari, bisa mati ntar (keracunan CO2)

 
Leave a comment »

BERBAGAI UNGKAPAN DALAM BAHASA JEPANG

八十の手習い

hachi juu no tenarai

Tiada kata terlambat dalam hal belajar

言うは易く行うは難し

iu wa yasuku okonau wa katashi

Berkata itu mudah, melaksanakan itu sulit

石の上にも三年

ishi no ue ni mo sannen

Sedikit demi sedikit, lama-lama menghasilkan sesuatu

以心伝心

ishin denshin

Saling mengerti isi hati tanpa banyak bicara

十人十色

juunin to iro

Tiap orang punya pendapat sendiri

大器晩成

taiki bansei

Makin tua, makin bijaksana

負けるが勝ち

makeru ga kachi

Kalah untuk menang

床の間の置物

toko no aida no okimono

Lebih baik mendapat nama baik daripada mendapat keuntungan

転ばぬ先のつえ

korobanu saki no tsue

Bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian

自分の事は自分でする

jibun no koto wa jibun de suru

Urusan sendiri lebih baik kita lakukan sendiri

目に見えて

me ni miete

Sesuatu jika diperhatikan seksama akan mudah dipahami

心に留める

kokoro ni tomeru

Jangan sampai melupakan hal penting

一か八か

ichika hachika

Berani mencoba walaupun belum pasti

一寸の虫にも五分の魂

issun no mushi ni mo gobu no tamashii

Walau kecil dan lemah, tetap punya hati dan semangat

馬が合う

uma ga au

Saling sehati sepikiran

小田わらひょうじ

oda warahyouji

Tanpa menyatukan pendapat, tidak ada kesimpulan

顔が広い

kao ga hiroi

Banyak kenalan karena suka bertegur sapa

火中の栗を拾う

kachuu no kuri wo hirou

Berani ambil resiko bahaya demi orang lain

看板に偽りなし

kanban ni itsuwari nashi

Kalau melihat luarnya saja, tidak tahu yang sebenarnya

食い物にする

kuimono ni suru

Memanfaatkan orang lain untuk diri sendiri

口も八丁手も八丁

kuchi mo hacchou te mo hacchou

Senantiasa pintar melakukan apapun

月夜にちょうちん

tsukiyo ni chouchin

Melakukan perbuatan yang tidak berguna

手取り足取り

tetori ashitori

Hal kecilpun hendaknya dilaksanakan sampai tuntas

時はお金なり

toki wa okane nari

Waktu adalah uang

目を付ける

me wo tsukeru

Selalu bersikap hati hati

三つ子の魂百まで

mitsu ko no tamashii hyaku made

Sejak kecil sampai tua tabiat tidak berubah

身から出たさび

mikara detasabi

Siapa berbuat, akan menanggung akibatnya

百聞は一見にしかす

hyakubun ikken ni shikasu

Daripada bertanya terus, lebih paham melihat sendiri

大目に見る

oome ni miru

Melakukan sesuatu tanpa banyak bicara

猿も木から落ちる

saru mo ki kara ochiru

ungkapan yang lainya nanti akan di posting minggu depan :D tunggu yaa

source

next post

nonton suju.jpg

Leave a comment »

Mengenal Pakaian Adat Jepang

 Pakaian Adat Jepang

Busana kimono dan yukata dari Jepang


Kimono (着物 ?) adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang).
Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf “T“, miripmantel berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke http://id.wikipedia.org/wiki/Pergelangan_kaki”>pergelangan kaki. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Sabuk kain yang disebut obi dililitkan di bagian perut/pinggang, dan diikat di bagian punggung. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalahzōri atau geta.
Kimono sekarang ini lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan istimewa. Wanita yang belum menikah mengenakan sejenis kimono yang disebut furisode.[1]

Ciri khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai. Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakan furisode untuk menghadiri seijin shiki. Pria mengenakan kimono pada pesta pernikahanhttp://id.wikipedia.org/wiki/Upacara_minum_teh”>upacara minum teh, dan acara formal lainnya.

Ketika tampil di luar arena sumo, pesumo profesional diharuskan mengenakan kimono.[2] Anak-anak mengenakan kimono ketika menghadiri perayaan Shichi-Go-San. Selain itu, kimono dikenakan pekerja bidang industri jasa dan pariwisata, pelayan wanita rumah makan tradisional (ryōtei) dan pegawai penginapan tradisional (ryokan).

Pakaian pengantin wanita tradisional Jepang (hanayome ishō) terdiri dari furisode dan uchikake (mantel yang dikenakan di atas furisode).Furisode untuk pengantin wanita berbeda dari furisode untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan untuk furisode pengantin diberi motif yang dipercaya mengundang keberuntungan, seperti gambarhttp://id.wikipedia.org/wiki/Burung_jenjang”>burung jenjang. Warna furisode pengantin juga lebih cerah dibandingkan furisode biasa. Shiromuku adalah sebutan untuk baju pengantin wanita tradisional berupa furisode berwarna putih bersih dengan motif tenunan yang juga berwarna putih.

Sebagai pembeda dari pakaian Barat (yōfuku) yang dikenal sejakzaman Meiji, orang Jepang menyebut pakaian tradisional Jepang sebagai wafuku (和服 ?, pakaian Jepang). Sebelum dikenalnya pakaian Barat, semua pakaian yang dipakai orang Jepang disebutkimono. Sebutan lain untuk kimono adalah gofuku (呉服 ?). Istilahgofuku mulanya dipakai untuk menyebut pakaian orang negara Dong Wu (bahasa Jepang : negara Go) yang tiba di Jepang dari daratanCina.

japan42‑2‑19‑4491.jpg

 Pemilihan jenis kimono yang tepat memerlukan pengetahuan mengenai simbolisme dan isyarat terselubung yang dikandung masing-masing jenis kimono. Tingkat formalitas kimono wanita ditentukan oleh pola tenunan dan warna, mulai dari kimono paling formal hingga kimono santai. Berdasarkan jenis kimono yang dipakai, kimono bisa menunjukkan umur pemakai, status perkawinan, dan tingkat formalitas dari acara yang dihadiri.

Tomesode adalah kimono paling formal untuk wanita yang sudah menikah. Bila berwarna hitam, kimono jenis ini disebut kurotomesode (arti harfiah: tomesode hitam). Kurotomesode memiliki lambang keluarga (kamon) di tiga tempat: 1 di punggung, 2 di dada bagian atas (kanan/kiri), dan 2 bagian belakang lengan (kanan/kiri). Ciri khas kurotomesode adalah motif indah pada suso (bagian bawah sekitar kaki) depan dan belakang. Kurotomesode dipakai untuk menghadiri resepsipernikahan dan acara-acara yang sangat resmi.

Tomesode yang dibuat dari kain berwarna disebut irotomesode (arti harfiah: tomesode berwarna). Bergantung kepada tingkat formalitas acara, pemakai bisa memilih jumlah lambang keluarga pada kain kimono, mulai dari satu, tiga, hingga lima buah untuk acara yang sangat formal. Kimono jenis ini dipakai oleh wanita dewasa yang sudah/belum menikah. Kimono jenis irotomesode dipakai untuk menghadiri acara yang tidak memperbolehkan tamu untuk datang memakai kurotomesode, misalnya resepsi di istana kaisar. Sama halnya seperti kurotomesode, ciri khas irotomesode adalah motif indah pada suso 
.
Furisode adalah kimono paling formal untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan berwarna-warni cerah dengan motif mencolok di seluruh bagian kain. Ciri khas furisode adalah bagian lengan yang sangat lebar dan menjuntai ke bawah. Furisode dikenakan sewaktu menghadiri upacara seijin shiki, menghadiri resepsi pernikahan teman, upacara wisuda, atau hatsumode. Pakaian pengantin wanita yang disebuthanayome ishō termasuk salah satu jenis furisode.
Hōmon-gi (訪問着 ?, arti harfiah: baju untuk berkunjung)adalah kimono formal untuk wanita, sudah menikah atau belum menikah. Pemakainya bebas memilih untuk memakai bahan yang bergambar lambang keluarga atau tidak. Ciri khas homongi adalah motif di seluruh bagian kain, depan dan belakang. Homongi dipakai sewaktu menjadi tamu resepsi pernikahan, http://id.wikipedia.org/wiki/Upacara_minum_teh”>upacara minum teh, atau merayakan http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_baru_Jepang”>tahun baru.[3]
Iromuji adalah kimono semiformal, namun bisa dijadikan kimono formal bila iromuji tersebut memiliki lambang keluarga (kamon). Sesuai dengan tingkat formalitas kimono, lambang keluarga bisa terdapat 1, 3, atau 5 tempat (bagian punggung, bagian lengan, dan bagian dada). Iromoji dibuat dari bahan tidak bermotif dan bahan-bahan berwarna lembut,merah jambubiru muda, atau kuning muda atau warna-warna lembut. Iromuji dengan lambang keluarga di 5 tempat dapat dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan. Bila menghadiri upacara minum teh, cukup dipakai iromuji dengan satu lambang keluarga.
Tsukesage adalah kimono semiformal untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Menurut tingkatan formalitas, kedudukan tsukesage hanya setingkat dibawah homongi. Kimono jenis ini tidak memiliki lambang keluarga. Tsukesage dikenakan untuk menghadiri upacara minum teh yang tidak begitu resmi, pesta pernikahan, pesta resmi, atau merayakan tahun baru.[3]
Komon adalah kimono santai untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Ciri khas kimono jenis ini adalah motif sederhana dan berukuran kecil-kecil yang berulang.[3] Komon dikenakan untuk menghadiri pesta reunimakan malam, bertemu dengan teman-teman, atau menonton pertunjukan di gedung.
Tsumugi adalah kimono santai untuk dikenakan sehari-hari di rumah oleh wanita yang sudah atau belum menikah. Walaupun demikian, kimono jenis ini boleh dikenakan untuk keluar rumah seperti ketika berbelanja dan berjalan-jalan. Bahan yang dipakai adalah kain hasil tenunan sederhana dari benang katun atau benang sutra kelas rendah yang tebal dan kasar.[3] Kimono jenis ini tahan lama, dan dulunya dikenakan untuk bekerja di ladang.
Yukata adalah kimono santai yang dibuat dari kain katun tipis tanpa pelapis untuk kesempatan santai di musim panas.

Leave a comment »

RAGAM BUDAYA JEPANG [PART 1]

1.Akiba Kei
Akiba Kei adalah istilah slang dalam bahasa Jepang untuk menggambarkan budaya, kecenderungan gaya berpakaian, dan tingkah laku dari kelompok orang yang termasuk golongan otaku dan berkumpul di distrik pusat elektronik Akihabara, Tokyo.

Akiba-kei bisa dibilang merupakan gaya dari orang-orang yang kurang memikirkan masalah penampilan atau pakaian, karena terlalu terobsesi dengan hobi yang bisa dipenuhi di Akihabara. Umumnya, yang dijuluki Akiba-kei adalah orang-orang yang dianggap nyentrik atau aneh, dan bisa juga karena terlalu sering mangkal di Akihabara.

2.Anime
adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga, komik khas Jepang.

Kobato

Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris “Animation” dan diucapkan sebagai “Anime-shon”.

3.Bukkake
dalam bahasa Jepang berarti”diguyur” substansi cairan, merupakan salah satu bentuk variasi dalam berhubungan seksual yang tidak lazim, hal ini dikarenakan didalam hubungan seksual tersebut yang terlibat satu orang wanita sedangkan pria biasanya diatas 10 orang (lazimnya antara 5 sampai 50 orang), adegan ini di mulai dengan hubungan sex normal antara seorang pria dengan seorang wanita, sementara pria dan wanita tadi mulai melakukan hubungan seksual, pria-pria yang lain mulai bermasturbasi. Kadang-kadang dalam film porno Jepang mereka juga ikut berhubungan intim (berhubungan intim bersama-sama disebut gangbang)yang istimewa disini bukanlah hubungan intimnya tapi para pria tersebut melakukan ejakulasi di tubuh si wanita (terutama di bagian wajah) sehingga tubuh atau wajah si wanita penuh dengan cairan mani.

4.Bunraku
Bunraku adalah sandiwara boneka tradisional Jepang yang merupakan salah satu jenis ningyo johruri (人形浄瑠璃, ningyō jōruri?, boneka jōruri). Istilah bunraku khususnya digunakan untuk ninyo johruri (sandiwara boneka dengan pengiring musik johruri) yang berkembang di Osaka. Jōruri atau ditulis sebagai johruri adalah sebutan untuk naskah dalam bentuk nyanyian. Penyanyi johruri disebut tayū, dan menyanyi dengan iringan musik shamisen.

Kesenian ini bermula dari pementasan ningyo johruri oleh seniman Uemura Bunrakuken I di Osaka sehingga diberi nama “bunraku”. Sebelumnya, kesenian ini juga disebut ayatsuri jōruri shibai (sandiwara johruri ayatsuri), dan baru secara resmi dinamakan bunraku sejak akhir zaman Meiji (1868-1912).

5.Cosplay
Cosplay dalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata “costume” (kostum) dan “play” (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, manhwa, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan film kartun. Pelaku cosplay disebut cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai layer.


Di Jepang, peserta cosplay bisa dijumpai dalam acara yang diadakan perkumpulan sesama penggemar (dōjin circle), seperti Comic Market, atau menghadiri konser dari grup musik yang bergenre visual kei. Penggemar cosplay termasuk cosplayer maupun bukan cosplayer sudah tersebar di seluruh penjuru dunia, yaitu Amerika, RRC, Eropa, Filipina, maupun Indonesia.

6.Daruma
adalah boneka sekaligus mainan asal Jepang dengan bentuk hampir bulat, dengan bagian dalam yang kosong serta tidak memiliki kaki dan tangan. Model dari benda ini adalah Bodhidharma, pendiri dari Zen.


Boneka ini merupakan pembawa keberuntungan dan lambang harapan yang belum tercapai. Daruma dijual dengan kedua belah mata yang belum digambar. Orang yang ingin harapan atau cita-citanya terkabul menggambar salah satu sisi dari kedua matanya dengan kuas dan tinta. Bila harapan orang tersebut sudah tercapai, daruma akan menerima mata yang satunya lagi.

7.Fukubukuro
adalah kantong berisi berbagai barang yang dijual toko serba ada atau pusat perbelanjaan di Jepang pada hari pertama toko mulai dibuka setelah libur tahun baru.

Barang yang diisikan ke dalam kantong biasanya berupa pakaian, tas, sepatu, atau makanan yang sedang digemari orang banyak. Total harga barang yang diisikan ke dalam kantong biasanya bernilai tiga kali lipat dari harga fukubukuro.


Pembeli tidak bisa melihat barang yang ada di dalam kantong, tapi biasanya barang-barang yang dimasukkan ke dalam kantong selalu barang yang baru dan bagus. Pihak toko juga biasanya tidak mengumumkan jumlah dan jenis barang dan seringkali barang dimasukkan secara acak ke dalam kantong.

Pembeli sering beruntung bila kebetulan menyukai semua barang yang ada di dalam kantong, tapi sering juga merugi kalau barang tidak sesuai dengan selera. Pembeli sering mengajak anggota keluarga atau teman sewaktu membeli fukubukuro agar bisa saling bertukar barang yang tidak disukai.

8.Geisha
Geisha adalah seniman-penghibur (entertainer) tradisional Jepang. Kata geiko digunakan di Kyoto untuk mengacu kepada individu tersebut. Geisha sangat umum pada abad ke-18 dan abad ke-19, dan masih ada sampai sekarang ini, walaupun jumlahnya tidak banyak. “Geisha” dilafalkan dalam bahasa Inggris:/ˈgeɪ ʃa/ (“gei-” – “may”). Di Kansai, istilah “geiko” (芸妓) dan geisha pemula “maiko” (舞妓) digunakan sejak Restorasi Meiji. Istilah “maiko” hanya digunakan di distrik Kyoto. Pengucapan ˈgi ʃa (“gei-” – “key”) atau “gadis geisha” umum digunakan pada masa pendudukan Amerika Serikat di Jepang, mengandung konotasi prostitusi. Di Republik Rakyat Cina, kata yang digunakan adalah “yi ji,” yang pengucapannya mirip dengan “ji” dalam bahasa Mandarin yang berarti prostitusi.


9.Genbuku
Genbuku atau Genpuku adalah ritus peralihan untuk menandai usia yang dianggap cukup umur bagi anak laki-laki dari kalangan samurai dan kuge (bangsawan istana) di Jepang. Upacara kedewasaan ini juga disebut Kakan (加冠) (Hatsukan) karena hiasan kepala (mahkota) yang disebut kanmuri dikenakan untuk pertama kalinya oleh anak laki-laki yang menjalani inisiasi. Genbuku dikenal sejak zaman Heian, dan sudah tidak pernah dipraktikkan lagi sejak zaman Meiji. Selain itu, upacara cukup umur bagi anak perempuan disebut Mogi (裳着).

10.Hagoita
adalah raket kayu berbentuk persegi panjang di Jepang. Ada hagoita yang dapat dipakai orang untuk bermain hanetsuki, dan ada pula hagoita yang hanya untuk hiasan.


Raket ini dulunya hanya dipakai untuk bermain tepuk-tepukan kok tanpa jaring. Namun hagoita perlahan-lahan berubah makna menjadi jimat penangkal bahaya. Pada zaman Edo, hagoita berhias gambar-gambar aktor kabuki menjadi sangat populer dan sekarang dianggap sebagai benda seni bernilai tinggi di Tokyo.

Di Sensō-ji, Tokyo dari 17 Desember hingga 19 Desember setiap tahunnya diadakan Pasar Hagoita yang ramai didatangi pengunjung. Kota Kasukabe, Prefektur Saitama dan Kota Saitama Iwatsuki-ku merupakan pusat produksi hagoita dengan gambar timbul (oshi-e hagoita) yang di dalamnya diisi kapas.

11.Kabane
Kabane adalah gelar yang menunjukkan keturunan serta kedudukan yang diberikan Kekaisaran Yamato kepada klan yang berpengaruh di Jepang zaman kuno.

Kabane yang menunjukkan jabatan di dalam istana, misalnya: Kuni no miyatsuko, Agata no nushi, dan Inagi. Kabane yang menunjukkan kedudukan, status atau posisi, di antaranya adalah: Kimi, Omi, Muraji, Miyatsuko, Atai, dan Obito. Keluarga kerajaan Baekje yang melarikan diri ke Jepang mendapat gelar Konikishi. Tokoh yang menempati kedudukan paling tinggi dalam peringkat Omi disebut Ōomi, sedangkan kedudukan paling tinggi dalam Muraji disebut Ōmuraji.

12.Kabuki
Kabuki adalah seni teater tradisional khas Jepang. Aktor kabuki terkenal dengan kostum mewah dan tata rias wajah yang mencolok.

Kementerian Pendidikan Jepang menetapkan kabuki sebagai warisan agung budaya nonbendawi. UNESCO juga telah menetapkan kabuki sebagai Karya Agung Warisan Budaya

13.Kadomatsu
Kadomatsu adalah hiasan tahun baru di Jepang berupa ranting daun pinus dan potongan bambu yang dipasang di muka pintu masuk rumah atau gedung. Kadomatsu dipajang secara berpasangan, kadomatsu laki-laki di sebelah kiri dan kadomatsu perempuan di sebelah kanan.


Orang Jepang zaman dulu percaya Kami tinggal di atas pohon. Di tahun baru, arwah leluhur dipercaya kembali ke rumah yang dulu pernah ditinggalinya dalam bentuk Toshigami (dewa tahun), sehingga kedatangannya disambut dengan kadomatsu yang sekaligus dipakai untuk tempat menginap dewa

14.Karaoke
Karaoke adalah sebuah bentuk hiburan di mana seseorang menyanyi diiringi dengan musik dan teks lirik yang ditunjukkan pada sebuah layar televisi. Di Asia, karaoke sangat popular.


Secara etimologis kata karaoke merupakan kata majemuk: “kara” (空) yang berarti “kosong” (seperti dalam Karate) dan “oke” yang merupakan bentuk pendek dari ‘orkestra’. Karena kata majemuk ini setengah asing (Inggris) dan setengah Jepang, maka ditulis dengan aksara katakana dan bukan kanji.

source

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 134 other followers